 |
| Richard Trevithick's Locomotive Steam |
James Watt, seorang ilmuwan sekaligus insinyur asal Skotlandia, telah berhasil mengembangkan mesin uap hasil temuan
Thomas Newcomen. Pengembangan yang dilakukan Watt inilah yang memelopori penemuan kereta api modern yang ada pada masa sekarang. Pada awalnya, Watt berhasil mengembangkan mesin piston, yang dapat menggerakkan roda. Mesin piston hasil temuan Watt tersebut mampu mengubah tekanan menjadi tenaga penggerak. Piston ini kemudian diterapkan pada industri kapas serta berbagai alat-alat industri lainnya. Lambat laun, seiring dengan perkembangan dari mesin piston tersebut, Watt kemudian menyadari kemungkinan ditemukannya sebuah mesin yang lebih sederhana yang dapat menjalankan sebuah kendaraan. Watt pun kemudian mempatenkan desain nya, yakni sebuah mesin lokomotif uap, pada tahun 1784.
Mesin lokomotif uap pertama pun berhasil direalisasikan oleh Richard Trevithick pada tahun 1804 -Richard Trevithick adalah seorang insinyur Inggris yang lahir di Cornwall-. Lokomotif uap milik Richard menggunakan uap tekanan tinggi untuk menggerakkan mesin dengan satu hentakan kuat. Lokomotif uap pertama yang sukses secara komersial adalah lokomotif hasil temuan Matius Murray, The Salamanca, yang memanfaatkan roda besi bergerigi atau rack pada roda lokomotif tersebut. Murray menyelesaikan temuannya, The Salamanca, pada tahun 1812. Kemudian pada tahun 1813, Christopher Blackett dan William Hedley pun mengikuti jejak Murray dan berhasil menyelesaikan temuan mereka, yakni lokomotif uap pertama yang dapat berjalan hanya dengan menggunakan prinsip adhesi saja. Hal ini dilakukan dengan prinsip pembagian berat badan dengan jumlah roda. Lokomotif uap tersebut diberi nama Puffing Billy. Puffing Billy kini dipamerkan di Museum Science di London sebagai lokomotif uap tertua.
 |
| Puffing Billy (Museum Science, London) | | |
|
 |
| Lokomotif uap yang menghubungkan kota Stockton dan Darlington |
T
erinspirasi oleh lokomotif uap milik
Trevithick, Murray dan Hedley, p
ada tahun 1814 George Stephenson, membujuk seorang
pengelola tambang batu bara Killingworth tempat
ia bekerja untuk memperbolehkannya
membangun sebuah mesin bertenaga uap. Atas izin dari sang pengelola, Stephenson pun kemudian membangun Blücher, salah satu lokomotif pertama yang memanfaatkan prinsip adhesi pada pinggiran rodanya. Stephenson memiliki peran penting dalam pengembangan mesin lokomotif uap. Selama lebih dari sepuluh tahun, ia terus menerus mengembangkan desain dan kerja mesin dari lokomotif buatannya. Pada 1825, ia pun membangun lokomotif Kereta Api Stockton dan Darlington yang menjadi kereta api uap publik pertama di dunia.
Kesuksesan dari pembangunan lokomotif kereta api Stockton dan Darlington mengawali pembuatan jalur kereta api dari Liverpool ke Manchester. Keberhasilan pembuatan jalur kereta api dari Liverpool ke Manchester ini mengawali pembuatan jaringan jalur kereta api di Inggris dan dunia.
0 comments:
Posting Komentar