High-speed Rail -- Railway History [Part 5]

Selasa, 21 Februari 2012 0 comments
        Permasalahan kependudukan negara Jepang pada awal tahun 1950, dimana pertumbuhan penduduk negara Jepang saat itu yang sangat pesat serta kebutuhan hidup manusia yang semakin meningkat, menuntut Jepang agar mengembangkan sarana transportasi yang dapat mengangkut banyak orang dalam waktu singkat. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya kereta super cepat atau kereta peluru. Kereta super cepat ini pertama kali dikembangkan di kota Tokaido Shinkansen pada tahun 1964. Karena dikembangkan pertama kali di kota Shinkansen, maka orang-orang sering menyebut kereta super cepat ini dengan sebutan kereta shinkansen.
Shinkansen seri pertama (1967)
High speed rail di Jerman
         Kereta shinkansen mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Awal mula dikembangkan kereta ini memiliki kecepatan sekitar 145 km/jam hingga sampai saat ini kereta shinkansen mampu melesat lebih dari 500 km/jam. Selama ini belum pernah terjadi kecelakaan operasional yang fatal sehingga Shinkansen dianggap merupakan sistem kereta-api berkecepatan tinggi yang paling aman di dunia. Perkembangan kereta shinkansen ini diikuti oleh beberapa negara di Eropa seperti Inggris dan Jerman. Bahkan kereta super cepat di Jerman dapat mengambang kurang lebih 10mm dalam keadaan berhenti maupun ketika melaju. Kereta ini bisa bergerak di karenakan di bagian bawah masing-masing kaki kereta ini ada 2 bagian magnet yaitu magnet penyokong (support magnet) yaitu magnet yang menarik kereta agar mengambang dan menggerakkannya sedangkan di bagian sisi-sisinya adalah magnet penuntun (guidance magnet) yang menjaga kereta tetap di jalur rel. Magnet penyokong dan penuntun ini di pasang pada kedua sisi sepanjang kaki kereta dan sistem kontrol elektronik memastikan kereta melayang di ketinggian 10mm dengan stabil.
        

0 comments:

Posting Komentar